All New
Transformation
WSBP

id en

WSBP Tetapkan Dividen Tunai Sebesar 25% dari Laba Bersih Tahun 2019

Tags :

Share :

Jakarta, 12 Mei 2020. PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) melaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2019. Terdapat 7 (tujuh) agenda yang dibahas dalam RUPS ini, yaitu:

  1. Pengesahan laporan tugas pengawasan dewan komisaris untuk tahun buku 2019.
  2. Penetapan penggunaan laba bersih perusahaan tahun buku 2019. Pada tahun 2019 WSBP berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 806,15 miliar, yang akan dipergunakan sebagai berikut: Sebesar Rp 201,52 miliar atau Rp 8,22 per saham (atau 25% dari laba bersih) dibagikan sebagai dividen tunai; Sebesar Rp 40,31 milar (atau 5% dari laba bersih) digunakan sebagai dana cadangan wajib sesuai Pasal 70 UUPT atau laba yang sudah ditentukan penggunaannya; Sisanya sebesar Rp 564,32 miliar (atau 70% dari            laba bersih) dibukukan sebagai laba ditahan.
  3. Penunjukkan Kantor Akuntan Publik untuk mengaudit laporan keuangan perseroan  tahun buku 2020.
  4. Penetapan besarnya gaji direksi, honorarium dewan komisaris dan tatiem bagi anggota direksi dan anggota dewan komisaris perseroan.
  5. Persetujuan pengukuhan peraturan Menteri BUMN .
  6. Laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum obligasi per 31 Desember 2019, sebagai berikut:
  7. Perubahan susunan pengurus Perseroan

Sekilas Kinerja Tahun 2019

Sepanjang tahun 2019, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil mencatatkan laba usaha Rp 7,47 triliun dan laba bersih Rp 806,1 miliar. Kemudian, nilai kontrak dikelola perusahaan pada tahun 2019 tercatat sebesar Rp 16,37 triliun dengan nilai kontrak baru sebesar Rp 7,03 triliun. Perolehan ini meningkat sebesar 5,51% dibandingkan nilai kontrak baru tahun 2018 sebesar Rp 6,66 triliun.

Perusahaan berhasil mencapai target perolehan nilai kontrak baru didukung dengan perolehan kontrak eksternal sebesar 63,2% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 36%. Secara nilai, peningkatan kontrak eksternal mencapai 83,01% atau Rp 2,43 triliun di tahun 2018 menjadi Rp 4,44 triliun di tahun 2019.

Beberapa proyek eksternal yang telah diperoleh di antaranya dari Proyek Jalan Tol Trans Sumatera, PLTGU Tambak Lorok, Proyek Refinery Development Maste Plan (RDMP) Refinery Unit(RU) V Pertamina Balikpapan yang merupakan kerjasama dengan Hyundai dan Pembangunan Apartemen Modernland (Modernland Group) di Jakarta Garden City.

“WSBP memperluas pasar untuk mendapatkan peluang dari proyek eksternal. Hal ini didukung dengan adanya inovasi produk yang dihasilkan. Salah satunya adalah spun pile berdiamater 1,2 m dan panjang 50 m yang merupakan produk precast pertama di Indonesia bahkan Asia Tenggara,” ujar Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk. Beberapa produk baru lainnya, yaitu bantalan rel kereta api, tiang listrik beton, dan sprigWP.

Perusahaan juga memperoleh pesanan produk Tetrapod untuk Proyek Pengaman Pantai di Singapura senilai Rp 435 miliar. Saat ini perusahaan tengah menyusun MoU dengan perusahaan asal Malaysia. Kerjasama ini nantinya akan berlanjut dengan joint operation untuk proyek-proyek luar negeri, salah satunya dalam pengejaan proyek LRT di Filipina, yang kini dalam proses tender yang diikuti oleh PT Waskita Karya Tbk (WSKT).

Untuk mendukung pertumbuhan perusahaan, WSBP melakukan serangkaian strategi bisnis, yaitu pertama, pembangunan Plant Penajam di Kalimantan Timur sebagai komitmen untuk mendukung Program Pemerintah untuk pemindahan ibu kota negara di wilayah Penajam Paser Utara. Melalui plant ini, perusahaan ingin menyerap potensi pasar ke depan di wilayah tengah dan timur Indonesia, bahkan pasar regional di Asia Tenggara,” ujar Jarot.

Baca Lainnya

Posting Terbaru

Konten Populer
di belajarbeton.com