All New
Transformation
WSBP

id en

Kinerja 2017 Laba Bersih WSBP Naik 58% dan Penerimaan Termin Melejit

Jakarta, 1 Maret 2018 – Sepanjang tahun 2017, PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 7,1 triliun. Angka ini naik sebesar 51% dibandingkan pendapatan usaha sepanjang tahun 2016 sebesar Rp 4,7 triliun. Perusahaan juga membukukan pendapatan usaha bulan Januari 2018 sebesar Rp 1,1 triliun.

Sedangkan untuk penerimaan pembayaran termin selama 2017 sebesar Rp 4,6 triliun. Angka ini sebesar 470% dari penerimaan pembayaran termin tahun 2016 sebesar Rp 978,96 miliar. Penerimaan pembayaran termin ini berasal dari sebagian proyek turnkey Tol Becakayu dan sejumlah proyek non turnkey, seperti proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang-Batang-Semarang, proyek Jalan Tol Legundi-Bunder, dan proyek Jalan Tol Bocimi, LRT Palembang, proyek Jalan Tol Salatiga-Boyolali, Selain itu, penerimaan juga berasal dari sejumlah proyek dengan skala yang lebih kecil lainnya.

Jarot Subana, Direktur Utama PT Waskita Beton Precast Tbk menyatakan Perusahaan juga berhasil mengantongi laba bersih tahun 2017 adalah sebesar Rp 1.000,3 miliar. Angka ini naik sebesar 58% dibandingkan laba bersih tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp 635 miliar. Angka ini berdasarkan hasil laporan keuangan (audited) yang dilakukan oleh Kantor Akuntan Publik Satrio Bing Eny & Rekan (Anggota Deloitte Touche Tohmatsu Limited) yang telah menberikan opini wajar tanpa pengecualian. Ia menambahkan bahwa secara marjin, Perusahaan berhasil mencetak marjin laba bersih sebesar 14% atau meningkat dari tahun 2016 yang hanya sebesar 13%. Selain itu, untuk marjin laba kotor sebesar 27% atau meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar 26%.

Kemudian hingga per akhir Februari 2018, perusahaan mendapat nilai kontrak baru sebesar Rp 622,1 miliar di tahun 2018 ini. Dengan total target kontrak baru tahun 2018 adalah sebesar Rp 11,52 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan pencapaian kontrak baru tahun lalu sebesar Rp 11,03 triliun. Adapun kontrak baru ini berasal dari pekerjaan tambahan pada sejumlah proyek besar antara lain proyek Jalan Tol Semarang-Batang, proyek Jalan Tol Krian-Legundi-Bunder, proyek Jalan Tol Cibitung-Cilincing, proyek Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung, dan proyek Jalan Tol Pejagan-Pemalang.

Sehingga target total nilai kontrak dikelola sampai akhir tahun 2018 adalah sekitar Rp 25,1 triliun. Dengan tingginya Nilai Kontrak Dikelola (NKD) tersebut, WSBP fokus dalam menjaga operasional seluruh plant & batching plant sesuai prosedur yang berlaku, sehingga dapat menjaga kualitas terbaik dari produk-produk perusahaan dan dapat merealisasikannya menjadi pendapatan usaha.

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi di tahun ini, Perusahaan terus berkomitmen untuk menyelesaikan beberapa proyek besar yang tengah dikerjakan dan ditargetkan akan selesai pada tahun 2018, antara lain proyek Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo, proyek Jalan Tol Solo-Kertosono, proyek Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi, proyek Jalan Tol Salatiga-Boyolali, dan proyek jalan tol lainnya di sepanjang Pantura.

Sebagai informasi, saat ini perusahaan mempunyai kapasitas produksi sebesar 3,25 juta ton/tahun, dengan didukung oleh 11 plant serta mengelola 72 batching plant dan 5 quarry. Pada tahun 2018 kapasitas produksi ditargetkan menjadi 3,75 juta ton/tahun, di mana perusahaan akan meningkatkan kapasitas produksi sekitar 500 ribu ton/tahun hingga 600 ribu ton/tahun. Peningkatan kapasitas ini berasal dari dua plant baru WSBP di Kalimantan Timur dan Sumatera Utara serta peningkatan dari kapasitas produksi eksisting.

Tidak hanya itu, guna mendukung komitmen untuk menciptakan inovasi produk dan meningkatkan kualitas produk, WSBP membangun sebuah laboratorium/lab di Karawang terdiri dari 3 lantai dengan luas total 1,1 ha dan luas bangunan 2.261 m2. Pembangunan lab ini merupakan langkah WSBP untuk semakin melengkapi lab-lab yang sudah dimiliki sebelumnya di setiap Plant. Lab yang akan aktif beroperasi pada Mei 2018 ini diperuntukkan untuk kegiatan penelitian guna menunjang lahirnya produk dan inovasi agar dapat terus melaksanakan pembangunan proyek-proyek secara lebih maksimal.

Sekilas PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) terbentuk resmi sebagai entitas anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) pada 7 Oktober 2014. WSBP adalah perusahaan produksi beton precast dan ready mix dengan kapasitas produksi saat ini terbesar di Indonesia. Perseroan mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 September 2016.

Setelah IPO 2016, berbagai pencapaian pun berhasil diterima oleh perusahaan, di antaranya meraih Alpha 10th Annual Best Deal & Solution Award Southeast Asia 2016, dengan penyerapan dana IPO sebesar Rp 5,1 triliun. Kemudian, WSBP juga masuk dalam Index Morgan Stanley Capital Internasional (MSCI) 2017, Index LQ45 pada awal tahun 2018, dan Indeks Kompas 100 pada tahun 2018.

Selain itu, WSBP memperoleh 3 (tiga) sertifikasi sistem manajemen terintegrasi pada tahun 2017 yaitu ISO 9001: 2015 terkait Quality Management System, 14001:2015 mengenai Environment Management System, dan OHSAS 18001:2007 mengenai Occupational, Health and Safety Management System sebagai suatu standar internasional untuk Sistem Manajemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja/K3.

Adapun sejumlah proyek besar yang telah diselesaikan dengan menggunakan produk precast readymix WSBP, antara lain Jalan Tol Benoa Bali, Jalan Tol Gempol-Pasuruan, Jalan Tol Gempol-Porong, Jalan Tol Pejagan-Pemalang paket 1 dan 2, LRT Palembang, Jalan Tol Becakayu seksi 1b dan 1c, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jalur Khusus Busway Adam Malik, Underpass Palembang, dan lain-lain.

Sumber: Sekretaris Perusahaan PT. Waskita Beton Precast, Tbk

Baca Lainnya

Posting Terbaru

Konten Populer
di belajarbeton.com